Aroma Indonesia di Radio Rakyat China

G+

Dunianews - Upaya Republik Rakyat China dalam merengkuh masyarakat dunia salah satunya dapat dilihat dari stasiun radio mereka, China Radio International (CRI). Berita disajikan dalam puluhan bahasa asing, yang memiliki penggemar setia di seluruh dunia.

Tercatat, CRI memiliki program siaran untuk 41 bahasa, tidak terkecuali Indonesia. Itulah mengapa stasiun radio yang terletak di Jalan Shijingshan Nomor 16 Beijing ini kerap disebut sebagai perwujudan kecil dari PBB.

Dalam kunjungan ke kantor CRI pada Jumat 29 Juni 2012, VIVAnews sempat bertamu ke divisi Indonesia. Bekerja sama dengan radio Elshinta, siaran CRI cukup mendapatkan banyak pendengar.

Tidak kurang dari 250 SMS datang setiap bulannya ke stasiun CRI, entah untuk bertanya atau sekadar mengapresiasi.

Bersebelahan dengan divisi Filipina, divisi Indonesia memiliki sekitar 15 staf. Semuanya menguasai Bahasa. Salah satunya adalah Li Shukun, penyiar asli China yang cas-cis-cus berbahasa Indonesia.

"Saya sudah delapan kali ke Indonesia, empat kali pada 2010. Batik ini saya beli di Jakarta," kata Li sembari menunjukkan batik yang dikenakannya. Sesaat tadi, Li juga sempat menunjukkan blangkon yang dibelinya di Jawa.

Li mengaku belajar bahasa di Beijing Foreign Study University pada 1995. Saat ini, sudah empat universitas di China yang memiliki jurusan Sastra Indonesia. Li mengakui sangat sulit belajar tata basa Indonesia, karena bahasa tulisan dengan berbicara sangat jauh berbeda.
"Saya memutuskan untuk belajar bahasa, karena Indonesia adalah negara yang sangat indah," ujarnya.

Di antara para staf divisi Indonesia, terdapat pemuda asli Bogor yang bekerja sebagai penyiar dan reporter. Namanya Pierre Baskoro, satu-satunya orang Indonesia di CRI.
Bekerja di tempat itu, upahnya sekitar US$1.000-1.500 (Rp9-14,5 juta) per bulan, jauh dari cukup. Apalagi biaya hidup di Beijing tidak terlalu tinggi.

"Orang China bekerja sangat cepat, ekspres dan ulet," ujar pria lulusan Communication University of China ini.

Siaran Indonesia mendapatkan jatah empat jam dari 1.100 jam siaran CRI setiap harinya. Ada empat program yang disajikan secara live atau rekaman.
Di antaranya adalah Sorotan Tiongkok yang menyajikan berita-berita China yang berhubungan dengan Indonesia, Talk Show bertajuk Lentera, Beijing Lima Menit, Beijing Banget, dan Blitz Asia yaitu acara yang mengulas kebudayaan China, style, dan gosip selebriti.


Sumber : viva
Follow Us :

About Ambar Syahputra Siregar

    Blogger Comment
    Facebook Comment